Engkau harus mengerti bahwa Allah SWT tak selamanya mesti menerima permintaan seorang hamba.
Karena meski tak mengabulkan permintaanmu di saat itu Allah memberimu pemahaman
akan cobaan-Nya. Maka sesungguhnya itulah pemberian yang sebenarnya....
Pada 20 Juli 1998 PKS berdiri dengan nama awal Partai Keadilan (disingkat PK) dalam sebuah konferensi pers di Aula Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta. Presiden (ketua) partai ini adalah Nurmahmudi Isma'il. Pada 20 Oktober 1999 PK menerima tawaran kursi kementerian Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) dalam kabinet pemerintahan KH Abdurrahman Wahid, dan menunjuk Nurmahmudi Isma'il (saat itu presiden partai) sebagai calon menteri. Nurmahmudi kemudian mengundurkan diri sebagai presiden partai dan digantikan oleh Hidayat Nur Wahid yang terpilih pada 21 Mei 2000. Pada 3 Agustus 2000 Delapan partai Islam (PPP, PBB, PK, Masyumi, PKU, PNU, PUI, PSII 1905) menggelar acara sarasehan dan silaturahmi partai-partai Islam di Masjid Al-Azhar dan meminta Piagam Jakarta masuk dalam Amandemen UUD 1945. Akibat UU Pemilu Nomor 3 Tahun 1999 tentang syarat berlakunya batas minimum keikut sertaan parpol pada pemilu selanjutnya (electoral threshold) dua persen, maka PK harus merubah namanya unt...
Menapaki banyak sisi kehidupan,,,, mengajak aku mengkoreksi diriku,,, adakah aku mengambil hikmah dari semua ini ..... bahwa ternyata KEBENARAN tidak selalu seperti apa yang TAMPAK pada mata. Inilah hidup, Tarie. Begitu kata hatiku, kenapa ??????? karena tak semudah apa yang ada dalam pikiranku karena banyak SISI KEHIDUPAN yang mesti banyak diperhatikan, banyak didengarkan, bahwa memperhatikan tidak lah hanya sebatas diam, tapi berbuat, bahwa mendengar adalah sebuah sikap melebihi tafakkur, ia adalah kepedulian, ia adalah empati, ia adalah kepatuhan .... Di Bumi Allah, Di Hidup ku, Desember 08, 2012 To Be Continue ....
Jawaban Seorang Gadis pada Guru yang melarang berhijab Seorang gadis kecil pulang dari sekolah. Setibanya di rumah, ibunya melihat anak putrinya dirundung kesedihan. Maka ia pun bertanya kepada putrinya itu tentang sebab kesedihannya. Anak: “Aduhai ibuku, sesungguhnya ibu guru telah mengancam akan mengusirku dari sekolah karena pakaian panjang yang kupakai.” Ibu: “Tetapi itu adalah pakaian yang dikehendaki oleh Allah, wahai putriku.” Anak: “Benar, wahai ibu, akan tetapi ibu guru tidak menghendakinya.” Ibu: “Baiklah, wahai putriku, guru itu tidak menghendaki, tetapi Allah meng¬hendakinya. Lalu siapakah yang akan kamu taati? Apakah kamu akan mentaati Allah yang telah menciptakanmu dan membentukmu, serta yang telah mengaruniakan kenikmatan kepadamu? Ataukah kamu akan mentaati seorang makhluk yang tidak mampu memberikan manfaat dan madharat kepada dirinya?” Anak: “Sesungguhnya saya akan taat kepada Allah.” Ibu: “Bagus, wahai putriku, kamu tepat sekali.” Pada hari berikutnya, g...
Komentar
Posting Komentar